Advertisement

Dara Arafah Bongkar Alasan Lula Lahfah Hapus Tato di Tubuhnya: Dia Selalu Jawab...

Insertlive | Insertlive
Lula Lahfah saat menjalani umrah.
Dara Arafah Bongkar Alasan Lula Lahfah Hapus Tato di Tubuhnya: Dia Selalu Jawab... / Foto: Dok. Instagram @lulalahfah.
Jakarta -

Kepergian Lula Lahfah masih menyisakan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Salah satu sahabatnya, Dara Arafah, kini membagikan cerita yang membuat banyak orang terdiam.

Cerita yang dimaksu Dara itu soal alasan mendiang Lula memilih menghapus tato di tubuhnya sebelum berpulang.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (26/1), Dara mengungkap bahwa keputusan tersebut bukanlah sesuatu yang dibahas panjang lebar oleh Lula.

Namun, jawaban yang kerap diucapkan Lula justru terasa sederhana sekaligus penuh makna.

Advertisement

"Kalau misalnya ditanya, 'Lul kenapa hapus tato?' Misalkan gitu," ungkap Dara Arafah.

"Terus dia selalu jawab, 'Enggak apa-apa, pengin hapus aja' kata dia gitu. Pengin bersih badannya', dia selalu ngomong gitu," sambungnya.

Cerita itu kini terasa semakin menyentuh, mengingat perjuangan panjang Lula melawan penyakit yang selama ini ia pendam jauh dari sorotan publik.

Selebgram yang dikenal ceria tersebut diketahui telah lama berjuang menghadapi masalah kesehatan.

Pada 8 Februari 2020, Lula sempat mengungkap kondisinya di media sosial setelah mengalami sesak napas dan nyeri dada hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Saat itu, kekhawatiran terbesarnya adalah masalah jantung.

"Tadi tiba-tiba susah banget buat napas terus dada nyeri banget sampai ke RS, ngeri jantung gitu, tapi pas diperiksa bersyukur banget ternyata gue asam lambung. Tetap sih nyiksa sakitnya, tapi setidaknya jantung gue sehat sentosa," tulis Lula Lahfah kala itu di X.

Meski hasil pemeriksaan menunjukkan bukan gangguan jantung, Lula ternyata masih harus menghadapi ketakutan lain.

Dirinya diketahui mengidap GERD, kondisi yang kerap kambuh akibat overthinking.

Pada 24 November 2021, Lula kembali mencurahkan isi hatinya di media sosial.

Ia mengaku terjebak dalam lingkaran kecemasan yang justru memperparah kondisinya.

"Overthinking sampai GERD lalu makin overthinking karena takut meninggal," tulisnya.

Rasa takut tersebut bukan hanya soal rasa sakit fisik, tetapi juga kekhawatiran bahwa penyakit yang ia derita bisa merenggut nyawanya.

Curahan hati itu kini dibaca ulang dengan perasaan berat oleh para penggemar dan sahabatnya.

Memasuki awal tahun 2026, kondisi kesehatan Lula kembali menurun.

Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan membagikan momen tersebut melalui akun TikTok miliknya, tanpa pernah benar-benar mengeluh secara berlebihan.

Kini, cerita tentang keinginan Lula untuk "membersihkan badannya" lewat penghapusan tato terasa seperti pesan personal yang tertinggal.

Bagi banyak orang, pengakuan Dara Arafah itu menjadi potongan kecil yang memperlihatkan sisi reflektif dan perjuangan batin Lula Lahfah di masa-masa terakhir hidupnya.

(ikh/ikh)

Komentar

!nsertlive

Advertisement