Terungkap Chat Terakhir ke Keanu, Lula Lahfah Tak Pernah Cerita Kondisi Penyakit ke Ayah
Kepergian Lula Lahfah pada Jumat (23/1/2026) meninggalkan duka yang dalam, bukan hanya bagi sahabat dan penggemarnya, tetapi juga bagi keluarganya sendiri.
Selebgram yang dikenal ceria dan penuh energi itu meninggal dunia secara mendadak di apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Di balik kabar duka tersebut, muncul dua hal yang sama-sama menyayat hati: pengakuan sang ayah yang tak pernah tahu kondisi kesehatan putrinya, serta pesan terakhir Lula kepada sahabatnya, Keanu Agl, yang kini dibaca dengan perasaan berat.
Ayah Lula Lahfah, Feroz Marikar, mengaku syok saat mengetahui putrinya meninggal dunia. Ia menyebut Lula tak pernah bercerita soal penyakit yang sedang ia alami. Di mata keluarga, Lula terlihat normal, beraktivitas seperti biasa, dan tidak pernah mengeluh sakit.
"Dia kelihatannya normal saja. Kami enggak tahu kalau dia sakit separah itu," ujar Feroz. Ia bahkan baru mengetahui detail kondisi kesehatan Lula dari cerita teman-teman dekat sang putri.
Feroz mengaku sangat menyesal. Jika sejak awal keluarga tahu Lula sedang berjuang dengan kondisi kesehatannya, ia akan langsung memastikan putrinya mendapatkan perawatan terbaik.
"Kalau kita tahu, pasti kita suruh dia berobat, apa pun caranya. Tapi dia enggak pernah cerita ke keluarga," katanya lirih.
Di saat yang sama, terungkap bahwa Lula sebenarnya menyimpan ketakutan besar. Beberapa jam sebelum meninggal dunia, ia sempat mengirim pesan pribadi kepada Keanu Agl. Bukan soal pekerjaan atau hal besar, melainkan tentang rasa takut yang sedang ia rasakan.
Lewat unggahan Instagram, Keanu membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp mereka. Dalam pesan itu, Lula jujur menceritakan kondisi kesehatannya yang belum membaik. Ia menyebut ususnya masih mengalami pembengkakan dan penebalan, hingga harus menjalani prosedur colonoscopy dengan bius total.
"Nu gue takut. Usus gue masih bengkak penebalan. Terus gue harus colonoscopy, di teropong. Bius total, dimasukin selang kamera. Gue takut banget," tulis Lula.
Pesan itu dikirim Kamis malam. Kalimatnya sederhana, tanpa dramatisasi. Hanya curhatan seseorang yang sedang cemas dan butuh ditenangkan.
Keanu membalas dengan nada lembut, mencoba menenangkan sahabatnya dengan kata-kata yang hangat dan penuh doa.
"Nggak papa. Everything is gonna be okeeee. Santai dzikir," jawab Keanu.
Itu menjadi pesan terakhir Lula Lahfah kepada Keanu. Setelah itu, tak ada balasan lagi.
Keesokan harinya, Lula ditemukan dalam kondisi tidak bernapas di kamar apartemennya sekitar pukul 18.44 WIB. Hingga kini, pihak kepolisian belum mengumumkan penyebab resmi meninggalnya Lula Lahfah.
Bagi keluarga, fakta bahwa Lula memilih memendam rasa sakitnya sendiri menjadi penyesalan yang tak terucap. Sementara bagi sahabat, pesan terakhir itu kini menjadi kenangan yang terasa lebih berat dari sebelumnya.
Bukan untuk menimbulkan sensasi, pesan Lula justru memperlihatkan sisi paling manusiawi, seseorang yang terlihat kuat di luar, tapi diam-diam sedang berjuang dengan rasa takutnya sendiri. Sebuah percakapan singkat, diakhiri dengan doa dan dzikir, yang kini tinggal kenangan.
(ikh/ikh)