Curhat Wulan Guritno soal Parenting, Akui 'Kolot' tapi Fleksibel Ikuti Zaman

Insertlive | Insertlive
Kamis, 01 Jan 2026 22:00 WIB
Wulan Guritno dan Shalom Razade Curhat Wulan Guritno soal Parenting, Akui ‘Kolot’ tapi Fleksibel Ikuti Zaman / Foto: (InsertLive/Marianus Harmita)
Jakarta, Insertlive -

Wulan Guritno terbuka soal gaya parenting yang ia terapkan kepada anak-anaknya. Ia mengakui bahwa dirinya tipe ibu yang cenderung 'kolot' dalam mendidik anaknya.

"Kayaknya in between, ya. Maksudnya aku tetap jadi seorang ibu yang kolot. Malah mungkin sebenarnya aku lebih itu (kolot) dibanding modern," kata Wulan Guritno dalam program I-Talk Insertlive.

Menurut Wulan, sifatnya yang cenderung konservatif itu tak lepas dari pola asuh sang nenek yang membesarkannya dengan nilai-nilai wanita Jawa.

ADVERTISEMENT

Warisan didikan sang nenek itu tanpa disadari terbawa hingga ia menjadi orang tua. Namun, ia paham bahwa zaman sudah berbeda sehingga ia perlu menyesuaikan diri.

IKUTI QUIZ

"Mungkin kebawa itu (ajaran nenek), tapi kemudian ya mau nggak mau disesuaikan dengan zamannya. Anak sekarang kan bukan seperti itu," ujarnya.

"Ternyata kalau kita pelajari lagi, ajaran yang dulu yang kayak nenek aku ke aku gitu, kayak memaksakan kehendak dia ke kita kan, karena dulu orang tua otoriter. Kayaknya semua ya, bukan cuma eyang aku, culture-nya begitu," lanjutnya.

Meski begitu, ada nilai-nilai yang tetap ia pertahankan, terutama soal batasan dan kedisiplinan. Bahkan dalam urusan percintaan, ia masih memakai standar lama yang ia pelajari dari sang nenek. Ia menceritakan momen ketika Shalom, putrinya, berpacaran.

"Misalnya, Shalom pacaran gitu, terus misalnya aku pergokin dia telepon duluan pacaranya. Itu aku marah sama dia, nggak boleh perempuan itu telepon duluan, itu kan nenek aku yang ajarin," cerita Wulan.


"Video call, sleep itu, ngapain sih kak? Kenapa kamu video call sampai ketiduran tuh ngapain gitu? Jual mahal dong. Nah aku kayak gitu, perempuan dulu kan begitu," sambungnya.

Namun di balik sikap 'kolot' itu, Wulan tetap memberi ruang untuk anak-anaknya tumbuh sebagai individu yang utuh. Ia mengaku tidak ingin membentuk anaknya menjadi versi dirinya, tetapi ingin mereka berkembang dengan karakter dan minat masing-masing.

"Anak-anak aku biarkan tumbuh menjadi dirinya masing-masing. Jadi pada saat influence aku kena di mereka, tapi mereka boleh berkembang dengan kesukaan dan karakternya masing-masing," tuturnya.

Meski memberi kebebasan, Wulan percaya bahwa contoh yang baik akan menular dengan sendirinya. Ia hati-hati menjaga kebiasaan sehari-hari karena sadar anak selalu mengamati.

"Tapi yang baik-baik gitu, tertular kok ke anak. Makanya harus hati-hati, kayak hal-hal yang aku terapkan setiap hari itu pasti ada yang nempel gitu," ungkapnya.

"Ini anak-anak aku semua suka olahraga kan berarti melihat ibunya jumpalitan tiap pagi kali ya olahraga. Mungkin then they do their research gitu benefit-nya and then sekarang semua ke gym," tambahnya.

Bagi Wulan, parenting adalah soal keseimbangan: memegang nilai lama yang dianggap baik, sambil tetap membuka diri pada perubahan zaman.

(KHS/KHS)
Tonton juga video berikut:


snap logo
SNAP! adalah kanal video vertikal yang menyajikan konten infotainment singkat, cepat, dan visual. SNAP! menghadirkan cuplikan selebriti, tren viral, hingga highlight interview.
LEBIH LANJUT
Loading
Loading
BACA JUGA
UPCOMING EVENTS Lebih lanjut
detikNetwork
VIDEO
TERKAIT
Loading
POPULER